Waqaf, Sadaqah dan Hadiah
1. Pengertian Waqaf, Sadaqah dan Hadiah
a. Waqaf
Waqaf ialah menyerahkan suatu benda, guna diambil manfaatnya,
untuk tujuan kebajikan, sedangkan sesuatu tadi masih tetap, tidak seorangpun
diperbolehkan memilikinya.
Misalnya waqaf tanah, waqaf gedung, dan sebagainya. Menurut
riwayat Bukhari dan Muslim pada zaman Nabi Muhammad S.A.W., sahabat Umarlah
yang mula-mula waqaf tanahnya di Khaibar. Imam Asy Syafi’I berkata : sesudah
itu ada delapan puluh sahabat Anshar yang menshadaqahkan harta mereka untuk
waqaf.
Waqaf itu besar pahalanya, termasuk pula sadaqah jariyah,
selama yang diwaqafkan itu masih dapat diambil manfaatnya, maka selama itu pula
orang yang waqaf tersebut selalu mendapatkan pahala dari hadirat Allah S.W.T.
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:
-
Artinya :”Apabila anak Adam meninggal dunia, maka putus pula
semua amalnya terkecuali tiga perkara, sadaqah jariyah, atau ilmu yang dapat
diambil manfaatnya, atau anak yang saleh yang selalu mendo’akan terhadap orang
tuanya”. (H.R. Muslim).